Semin dorong ekonomi kuat dengan budi daya alpukat

0
86

Banyaknya lahan kosong di sekitar rumah warga masyarakat khususnya di Daerah Pemilihan Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan Mesuji yang kurang termanfaatkan secara optimal, membuat Semin anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PKS merasa perlu mengajak dan berkolaborasi bersama warga untuk mengoptimalkan potensi bagus tersebut.

Hal ini ia lakukan pada agenda Reses di Desa Suka Maju Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang (24/2).

Terkait hal tersebut ia menawarkan program tanam kemitraan kepada masyarakat yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah.

Semin menawarkan program kemitraan atau berkolaborasi dalam penanaman pohon buah alpukat di pekarangan atau lahan kosong tersebut.

Dua hal menurutnya, manfaat menanam pohon alpukat, yakni selain dapat menikmati buahnya saat panen, tentu akan berdampak secara ekonomi sebab buah alpukat memiliki nilai jual yang baik.

Masyarakat cukup menyiapkan lahan kosong di pekarangan rumah, bibit dan perawatan akan di siapkan oleh Mitra. Setelah panen baru di hitung bagi hasilnya setelah di kurangi biaya perawatan.

“Perlu adanya usaha ekonomi produktif yang bisa di lakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah, daripada ditanami tumbuhan yang tidak menghasilkan maka lebih baik di tanami buah-buahan yg bernilai ekonomis, dan buah Alpukat salah satunya”, kata Semin.

“Untuk menunjang hal tersebut Bapak dan ibu hanya perlu menyiapkan tempatnya nanti bibit dan perawatan sampai panen kami yg kerjakan” Lanjut Semin

Masyarakat antusias dengan program tersebut, namun mereka mempertanyakan dan meminta kepastian pasar jika nanti telah panen.

“Jika nanti sudah buah dan panen, terus kami harus menjualnya ke siapa pak?”, tanya salah satu ibu peserta Reses.

Menanggapi pertanyaan tersebut semin memberikan penjelasan bahwa nanti saat telah berbuah dan panen, beliau dan timnya yang akan membeli dengan harga yang ada di pasaran saat itu.

“Terkait kepastian pasar, nanti jika sudah dan panen akan kami beli dengan harga yang ada di pasar saat itu, jadi bapak dan ibu semua tidak usah bingung mau kemana nanti jualnya” jawab Semin.

Dia kemudian menjelaskan bahwa kebutuhan alpukat di Indonesia antara 200 – 300 ton perhari. Sementara supply belum terpenuhi.

“Oleh karena itu, kami mengajak berkolaborasi dan mengajak Bapak/Ibu semua warga Suka Maju, untuk maju bersama dan menjadikan desa ini sebagai Desa Alpukat” jelas Semin.

Sebagai wujud keseriusannya, lantas Semin membagikan bibit alpukat kepada warga yang hadir. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here